KAMMI Demo Tolak Boediono
>> Selasa, 12 Mei 2009
KAMMI Demo Tolak Boediono
Fajar Online
JAKARTA - Munculnya nama Gubernur Bank Indonesia Boediono maupun Menteri Keuangan Sri Mulyani yang santer akan ikut serta dalam bursa capres maupun cawapres mendapat tentangan dari kalangan mahasiswa. Kedua ekonom itu dianggap sebagi antek asing yang menganut sistem neoliberalisme.
“Capres atau cawapres yang berpaham ekonomi neoliberal hanya akan menambah utang-utang bangsa Indonesia. Sehingga dipastikan tidak akan membawa perbaikan terhadap perekonomian,” ucap Rahman Toha, koordinator aksi Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) saat unjuk rasa di depan Kantor Pemilhan Umum (KPU), 12 Mei 2009.
Capres dan cawapres berpaham ekonomi neoliberal itu, kata Rahman, hanya akan membawa Indonesia kedalam kesengsaraan. KAMMI menganggap kandidat capres yang akan bersaing dalam pilpres itu masih memiliki kualitas yang buruk.
Sehingga para pendemo pun menggelar spanduk bertuliskan ‘Tolak calon pemimpin neoliberal dan tidak prorakyat’. “KAMMI meminta agar masyarakat diminta kritis dan selektif dalam mengikuti pilpres,” tegasnya.
Ketua KAMMI Pusat yang hadir dalam unjuk rasa itu secara gambalang menyatakan bahwa siapapun yang akan mengusung Boediono maupun Sri Mulyani harus ditolak. Salah satunya adalah penolakan duet SBY-Boediono. “Sangat kita sayangkan bahwa SBY akan memilih cawapres yang pro-neoliberal.
Padahal, koalisi yang dibangun Partai Demokrat bersama partai religius. Kenapa tidak memilih dari partai yang religius,” kata Supeno kepada wartawan di sela-sela unjuk rasa.
Penolakan duet itupun sangat jelas terpampang di beberapa perangkat aksi demo, seperti poster dan spanduk yang bertuliskan antara lain “SBY memilih Boediono antek neoliberal atau rakyat yang ingin kemandirian”, “Bersatulah kaum Islam dan Nasionalis”, dan “Tolak capres-cawapres antek asing.”. (jpnn)





0 komentar:
Posting Komentar